Welcome

Terima Kasih Telah Mengunjungi Kami. Ini adalah layanan baru UPK kecamatan Gajah untuk menyajikan berbagai informasi seputar kegiatan unit pengelola kegiatan (upk) kec. Gajah kab. Demak provinsi Jawa Tengah dalam pendekatan maya. Sajian ini masih jauh dari kesempurnaan, baik bentuk tampilan, desain, maupun pernak-pernik layaknya blog keren berkelas. Untuk itu, saran dan bimbingan senantiasa kami harapkan guna penyempurnaan blog. Informasi/layanan: kantor UPK Kecamatan Gajah, Jl. Raya Gajah No. 45 Demak 59581, telephone: 0291-4284122

,

PENCANANGAN DESA INOVASI "MLATIHARJO"







Sabtu [28/5] telah diselenggarakan Peluncuran Klaster Pertanian Organik dan Desa inovasi di Kelurahan Mlatiharjo Kab. Demak. kegiatan ini dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Bibit Waluyo dengan didampingi oleh Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bupati Demak.

Kegiatan diawali dengan sambutan selamat datang oleh Bupati Demak, dan dilanjutkan dengan laporan Kades Mlatiharjo. Dalam kesempatan ini juga diadakan penyerahan bantuan dari Gubernur Jawa Tengah kepada anggota klaster pertanian organik Desa Mlatiharjo berupa bibit Klengkeng dan peralatan pertanian serta penandatanganan MoU antara Bupati Demak dengan UKSW Salatiga mengenai pemberdayaan informasi dan teknologi di desa Mlatiharjo.

Pada sambutannya, Gubernur Jawa Tengah menekankan pentingnya gotong royong dan turut aktif dalam kegiatan klaster yang baru saja dibentuk dalam rangka peningkatan masyarakat desa Mlatiharjo. Siang itu, Gubernur Jawa Tengah berkesempatan untuk meluncurkan secara resmi klaster Pertanian Organik yang akan berkerjasama dengan UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Gajah. [fpesd-prov]

PNPM PROGRAM KEBANGGAAN PEMERINTAH


Jakarta. Demokrasi tidak boleh hanya melibatkan kelompok elite masyarakat. Nah, salah satu contoh nyata praktek demokrasi di tingkat akar rumput adalah pelaksanaan prpoyek-proyek Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Di sini, rakyat berembug langsung menentukan kebutuhannya, serta turut berpartisipasi dalam pendanaan dan pelaksanaannya.Sementara, Pemerintah mendukung pendaan dan menyediakan pendampingan teknis. "Ini adalah kekuatan yang luar biasa. Karakter ini jangan sampai hilang," kata Wakil Presiden (Wapres) Boediono saat membuka Rapat Kerja Nasional Pemberdayaan Masyarakat untuk Sosialisasi PNPM Mandiri Perdesaan Tahun 2011, Rabu 27 April 2011.

Melihat manfaat PNPM, Wapres menegaskan, Presiden sudah sepakat untuk terus memperkuat PNPM, setidaknya hingga akhir masa pemerintahan pada 2014 nanti. Pemerintah Pusat juga akan menambah anggaran untuk PNPM Mandiri jika keuangan negara memungkinkan. Bahkan, Wapres sangat berharap pemerintahan berikutnya tetap melanjutkan program ini. Sebab, dalam berbagai kunjungan ke daerah, Wapres selalu melihat betapa PNPM sangat berhasil memotivasi dan mendorong kegiatan masyarakat. Pemberdayaan benar-benar berjalan tak cuma melalui PNPM Mandiri Perdesaan yang berada di bawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri, melainkan juga pada berbagai kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan.

Menurut laporan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, hingga 2011 PNPM-Mandiri Perdesaan telah berjalan di 5.020 kecamatan, 393 kabupaten/kota dan 32 provinsi yang meliputi 62.938 desa. Hasil-hasil selama periode 2007-2010, “Menunjukkan PNPM Mandiri Pedesaan telah menjadi motor penggerak sehingga pembangunan di perdesaan lebih dinamis,” ujar Mendagri. Lebih jauh Mendagri menjelaskan bahwa PNPM Mandiri Perdesaan telah membangun jalan sepanjang 51.731,2 km, jembatan 6.571 unit, air bersih 31.458 unit, pasar desa 2.798 unit.

Walaupun PNPM telah memberikan manfaat dan berjalan dengan baik, Wapres melihat masih ada ruang untuk penyempurnaan PNPM. Yang terpenting, jangan sampai ada penyelewengan keuangan dalam pelaksanaan PNPM Mandiri, sekecil apapun. Wapres mendapat laporan ada beberapa kasus penyelewengan. "Meskipun jumlahnya kecil, tapi harus segera diatasi. Saya mohon dengan sangat, para Kepala Daerah memberi perhatian dan bertindak tegas terhadap penyelewengan itu. Jangan sampai karena nila setitik rusak susu sebelanga," tutur Wapres.

Di luar itu, Wapres benar-benar berpesan agar rapat kerja ini jangan sampai menghasilkan perubahan yang menimbulkan rantai birokrasi baru dalam proses pelaksaan proyek-proyek PNPM Mandiri. Apalagi jika penentuan PNPM berubah menjadi bersifat instruksi dari atas ke bawah. Jika birokrasi turut terlibat di tengah proses demokrasi akar rumput itu, maka PNPM mandiri akan berubah menjadi proyek biasa saja. Ini pada akhirnya akan mematikan gairah masyarakat.

Cara perbaikan yang paling tepat, menurut Wapres, adalah justru dengan mendengarkan keluhan dari pelaksanaan di lapangan. "Setiap kali ke daerah saya bertemu dan mendengar langsung berbagai usulan.Salah satunya, saya titipkan di sini, coba pikirkan bagaimana meningkatkan kegiatan simpan pinjam oleh kelompok-kelompok perempuan (SPP) melalui PNPM. Ini kegiatan yang sangat bermanfaat mendorong kegiatan ekonomi masyarakat kecil. Jika mungkin kita tambahkan plafonnya," tutur Wapres.

Sekadar catatan, embrio PNPM adalah antisipasi Pemerintah saat mengatasi krisis moneter pada 1997-98. Ketika itu namanya adalah Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang digodok di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Wapres Boediono ketika itu menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Lokasi proyek percontohan pertama PPK di Karanganyar, Jawa Tengah. Lantaran berhasil, PPK kemudian diterapkan ke berbagai daerah dan berkembang menjadi PNPM Mandiri.

Pembukaan Rakernas ini dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Sosial Salim Segaf, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, para Gubernur, Walikota,dan Bupati dari seluruh Indonesia, serta anggota DPRD tingkat provinsi seluruh Indonesia. Peserta rakernas berjumlah 1.370 orang. Dalam kesempatan ini, Wapres juga menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Jawa Tengah sebagai pembina PNPM-Mandiri Perdesaan terbaik nasional tingkat provinsi. Wapres juga menyerahkan penghargaan serupa untuk pembina terbaik nasional tingkat kabupaten bagi Bupati Ngada. [sumber:wapresRI.co.id]

Jakarta: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merebut tiga dari empat penghargaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan dari pemerintah pusat.



Kepala Biro Hubungan Masyarakat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Agus Utomo, di Semarang, Rabu, mengatakan, ketiga penghargaan yang diserahkan oleh Wakil Presiden Boediono tersebut diterima secara langsung oleh Gubernur Bibit Waluyo, selaku pembina PNPM mandiri Perdesaan Terbaik Nasional tingkat provinsi di Jakarta, hari ini.

Ketiga penghargaan tersebut meliputi, peringkat pertama Unit Pengelola Kegiatan yang diraih Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak; peringkat pertama Badan Kerjasama Antardesa yang diraih Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten; serta peringkat pertama Perencanaan Pembangunan Desa yang diraih Desa Pandansari, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen.

Menurut dia, gubernur menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan kepercayaan kepada masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Penghargaan ini menjadi tantangan berat dalam upaya mempertahankannya," katanya.

Faktor utama keberhasilan Jawa Tengah dalam program ini, lanjut dia, yakni pada pemberian kepercayaan pada masyarakat untuk mengelola sendiri pembangunannya.

Melalui pengelolaan mandiri, lanjut dia, maka akan menumbuhkan rasa memiliki oleh masyarakat, sehingga lebih mudah dalam pengendaliannya.

Namun, menurut dia, gubernur menyayangkan pengurangan alokasi anggaran untuk program ini pada tahun 2011 ini.

Pada tahun 2011, lanjut dia, alokasi anggaran untuk program kemasyarakatan ini mencapai Rp743,5 miliar, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp942,75 miliar.

Gubernur mengharapkan, pemerintah pusat kembali menambah alokasi anggaran untuk program kemasyarakatan ini, mengingat manfaatnya bagi masyarakat, khususnya di tingkat bawah. [sumber:ANTARA]

PENGUATAN KELEMBAGAAN DESA


Demak:
Rabu, (6/4) UPK Kec. Gajah menyelenggarakan Pelatihan dalam rangka Penguatan Kelembagaan Desa yang diikuti peserta dari 18 desa. Masing-masing desa terdiri dari Kepala Desa, Sekdes, Unsur BPD, LKMD. Pelatihan berlangsung selama sehari di Auditorium RM Pahala Trengguli-Demak.
Pelatihan yang mengambil Tema "Meningkatkan Perencanaan Pembangunan Desa melalui Penguatan Kelembagaan dan Administrasi desa" ini menghadirkan pada Nara sumber dari PEMDA Kab. Demak bagian Pemerintahan dengan penyampaian materi 'Kerjasama Antar Lembaga Desa dalam Perencanaan Pembangunan Partisipatif'. Selanjutnya nara sumber dari Kasi Pemerintahan Kec. Gajah mengupas kembali materi Administrasi Desa dan Perencanaan APBDes sebagai tindak lanjut pelaksanaan RPJMDes. [aL]

Gubernur Jawa Tengah Tinjau Pameran

Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo setelah membuka Jambore, meninjau berbagai stand di pameran produk kerajinan serta makanan olahan. Selain melihat-lihat, Gubernur Bibit Waluyo yang didampingi istri terlihat juga membeli sejumlah produk dari para peserta pameran; antara lain kain batik, kerajinan tangan, serta makanan ringan.

Pameran UPK PNPM Mandiri Pedesaan itu sendiri berakhir hari Minggu (17/04). [al]

Jambore UPK PNPM Mandiri Perdesaan di GOR Tri Lomba Juang - Semarang

Berbagai produk kerajinan serta bahan makanan olahan dapat disaksikan di GOR Tri Lomba Juang Semarang selama dua hari mulai Sabtu hingga Minggu, (16-17/04). Pameran tersebut merupakan rangkaian kegiatan Jambore UPK PNPM Mandiri Pedesaan se-Provinsi Jawa Tengah yang telah dilakukan sejak hari Kamis (14/4) kemarin. Selain pameran juga akan digelar Seminar seputar keberhasilan PNPM Mandiri Perdesaan JATENG, Lomba masak kudapan berbahan baku pangan lokal tingkat Jawa Tengah. Acara dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo didampingi Kepala BAPERMADES Prov. Jateng.

Gubernur Kunjungi Juara Nasional PNPM

DEMAK - Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Selasa (12/4) sore mengunjungi Kantor Kecamatan Wonosalam. Kunjungan ke lokasi itu untuk melihat langsung juara Nasional Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri 2011.

Dalam kunjungan itu, Gubernur didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Jateng Kusumardono, Kepala Badan Ketahanan Pangan Jateng Ir Gayatri Indah Cahyani, dan Kepala Badan Informasi Komunikasi dan Kesehatan (BIKK) Pemprov Agus Utomo.

Gubernur mengaku puas terhadap capaian hasil pembangunan desa yang difasilitasi melalui PNPM. ”Saya sempat hidup dan tinggal di Demak selama belasan tahun. Saya bisa merasakan kondisi kehidupan masyarakat yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Kebetulan dari kecil hingga SLTA saya tinggal di Desa Mranak, Wonosalam sehingga tahu persis perbedaan kesejahteraan masyarakat di Kota Wali,” kata Bibit di hadapan Bupati Tafta Zani, Kepala Bapermas KB Demak Bambang Susetiarto, dan para fasilitator PNPM, kemarin.

Gubernur mengaku lantaran prestasi dalam lomba yang diadakan pemerintah Pusat, serta menyabet tiga kategori yang dilombakan, yakni unit pengelola kegiatan, partisipasi masyarakat, dan badan kerja sama tingkat desa maka pihaknya akan diundang menerima penghargaan di Istana Negara.
Tiga Kabupaten Namun dirinya mengaku hanya sebatas mewakili masyarakat karena yang bekerja keras mewujudkan penghargaan itu warga di tiga kabupaten. Selain Demak, peraih penghargaan nasional PNPM adalah Klaten dan Kebumen.
Disebutkan, untuk mendorong program masyarakat desa, Pemprov Jateng bersiap memberikan penambahan bantuan dana ekonomi kerakyatan.

Bupati Demak Tafta Zani menyatakan, pihaknya cukup banyak menerima kucuran dana PNPM. Dana tersebut dipakai untuk pembangunan masyarakat pedesaan serta mengentaskan warga dari kemiskinan.

Setidaknya sejak 2003-2010 terkucur anggaran PNPM Rp 5 miliar khusus untuk Kecamatan Wonosalam. Awalnya, anggaran yang diperoleh Rp 2,2 miliar. (H41-52)

SELAMAT BUAT TEMEN2 UPK KEC. WONOSALAM..
SEMOGA PRESTASI INI DAPAT DITOREHKAN KEPADA TEMAN-TEMAN UPK LAIN..amin

Juara Nasional, PNPM Jateng Turun

SEMARANG- Jateng menjadi juara nasional Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Dalam lomba yang diadakan pemerintah pusat, provinsi ini merebut tiga dari empat kategori yang dilombakan, yakni unit pengelola kegiatan, partisipasi masyarakat, dan badan kerja sama tingkat desa.
Meski menjadi juara, alokasi dana PNPM Mandiri untuk Jateng menurun. Tahun 2011 Jateng menerima dana Rp 754 miliar, lebih sedikit dibanding tahun lalu, Rp 942 miliar.

Terkait dengan hal itu, Gubernur Bibit Waluyo akan menerima penghargaan sebagai pembina terbaik tingkat provinsi dari Presiden SBY pada 26 April. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Provinsi Jateng, Kusumardono mengatakan, penghargaan juga diberikan kepada bupati Demak, bupati Klaten, dan bupati Kebumen yang memenangi tiga kategori lomba.

Menyangkut penurunan alokasi dana PNPM, Kusumardono menjelaskan, hal itu terjadi karena Jateng dianggap sebagai provinsi yang kuat dibanding daerah lain.

”PNPM kita selalu meraih yang terbaik di tingkat nasional, karena dianggap mampu dan partisipasi masyarakat baik, sehingga alokasi dikurangi,” jelas Kusumardono usai mendampingi Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kementerian Dalam Negeri, Ayib Muflih menemui Gubernur Bibit Waluyo, Jumat (8/4).
Menurut dia, penurunan alokasi tersebut tidak menjadi persoalan karena dimaksudkan sebagai pemerataan bagi daerah yang memperoleh bantuan.

Tetap Ditambah

Gubernur Bibit Waluyo kepada Dirjen PMD mengharapkan alokasi untuk Jateng tetap ditambah, karena pelaksanaan program dana kemasyarakatan itu selama ini dinilai baik. Prestasi itu menunjukkan program berjalan optimal dan masyarakat berperan aktif.

”Jateng kan terbaik, berarti program berjalan baik pula. Saya berharap Pak Dirjen bisa mengusulkan penambahan alokasi dana agar PNPM Mandiri semakin meluas dan keberadaannya membantu ekonomi rakyat,” kata Bibit.
Dijelaskannya, penyaluran dana PNPM Mandiri telah mencapai 5.754 desa di Jateng. Bibit meminta Bapermas terus mengevaluasi program itu guna mengetahui dampak positif dan negatifnya bagi masyarakat. Guna mendukung program masyarakat desa, Pemprov Jateng juga memberikan penambahan bantuan dana ekonomi kerakyatan.

Untuk seluruh desa-desa berkembang, secara bertahap dan berkelanjutan diberikan bantuan Rp 100 juta per desa. Gubernur berharap, pada tahun 2013 seluruh desa berkembang di Jateng telah menerima bantuan tersebut guna meningkatkan ekonomi rakyat. (H23,H30-59)

PENCAIRAN DANA SOSIAL


Pada bulan Rhomadlon menjelang Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriyah tepatnya pada tanggal 6 September 2010 UPK kecamatan Gajah menyalurkan dana sosial untuk orang jompo senilai Rp. 14.400.000,00. Dana disalurkan kepada orang jompo didampingi oleh pengurus TPK dan Pemerintahan Desa, adapun total penerima dana dari orang jompo adalah 480 orang. Sasaran penerima diprioritaskan kepada mereka yang sudah berusia lanjut, tidak punya pekerjaan, dan dari keluarga pra sejahtera.
Setiap tahun UPK Kecamatan Gajah selalu menyalurkan dana sosial untuk orang jompo, yang diberikan setiap bulan Rhomadlon menjelang Hari Raya Idul Fitri, adapun besar kecilnya disesuaikan dengan tingkat Laba Bersih yang telah dicapai oleh UPK Kecamatan Gajah. Hal tersebut disampaikan oleh Adib Muktar, SE selaku Ketua UPK Kecamatan Gajah saat diwawancarai oleh tim redaksi.
Di tempat terpisah tim redaksi menyambangi beberapa penerima dana bantuan sosial, saat diwawancarai mereka rata - rata merasa senang karena menjelang Hari Raya Idul Fitri sangat butuh uang untuk membeli persediaan makanan atau membeli jajan - jajan ringan yang akan disuguhkan pada hari raya tersebut. Mereka mengharap semoga pemberian santuan dana sosial untuk orang jompo ini bisa dilaksanakan setiap tahun.
Bravo PNPM (tim redaksi).

TERIMA REWARD 100 JUTA


Alhamdulillah...alhamdulillah di tahun 2010 ini UPK Gajah kembali mendapatkan reward 100 juta dari Pemerintah Daerah Kabupaten Demak sebagai bantuan keuangan/modal kerja. Penghargaan ini diberikan atas prestasi kerja UPK yang dapat menekan tingkat kemacetan pinjaman (NPL) dibawah 5% dan mampu mengumpulkan nilai modal diatas 3milyar. Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Demak Drs. H. Tafta Zani, MM pada acara GELAR KARYA dan LOUNCHING PNPM Mandiri Perdesaan & Perkotaan di Pendopo Kabupten Demak Rabu (4/8). UPK lain yang mendapat reward adalah UPK Wonosalam, Dempet, Wedung dan Karangawen masing-masing 100 juta dan 50 juta.

Dalam rangkaian acara yang sama, juga digelar lomba menjahit kelompok binaan UPK yang diikuti peserta dari 13 kecamatan. Kepala BAPERMAS DAN KB Bapak Bambang Soesetyarto, SIP menuturkan "Ini adalah lomba persahabatan, sebagai wujud keberhasilan UPK yang telah menyelenggarakan pelatihan-pelatihan ketrampilan/kewirausahaan kepada masyarakat desa. Saya berharap kegiatan pelatihan-pelatihan tersebut mampu memberikan bekal kepada masyarakat untuk bersaing di dunia usaha maupun menciptakan lapangan kerja sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan". Acara selesai ditandai dengan pengumuman juara lomba. Juara 1 dari Kecamatan Wedung, Juara 2 kec. Karanganyar, Juara 3 kecamatan Karangtengah, dan kecamatan Gajah mendapatkan Juara I harapan. [ad]

MEJENG



Foto Bareng:
UPK, FK dan PL disela-sela acara Pelatihan UPK Microfinance PNPM Mandiri Perdesaan Sub Region Kabupaten Demak, Semarang dan Kendal Tahun 2008, di Hotel Bandungan.
Dari kiri, Latif UPK, Heru FK, Heni UPK, Nur PL, Adib UPK, Ali UPK
[al]

Klengkeng Pingpong

Perkebunan Klengkeng Pingpong terletak di Desa Mlatiharjo, sekitar 5km dari Pusat Pemerintahan Kec. Gajah, tepatnya di area perkebunan Ir. H Heri Sugiartono. Terdapat sekitar 100 buah pohon klengkeng tumbuh subur dengan pemandangan hijau dedaunan.

Sesuai namanya lengkeng jenis ini memiliki ukuran buah yang bisa sebesar bola pingpong. Tanaman ini merupakan jenis lengkeng dataran rendah, jadi dapat berbuah dengan mudah di dataran rendah. Berdasarkan pengamatan, tanaman ini gampang berbuah dengan tidak memerlukan perawatan yang 'njlimet' . Sosok tanaman nglacir dengan tajuk yang jarang dan cenderung meninggi. Oleh karenanya pemangkasan tajuk utama disarankan sesering mungkin agar tajuk baru bermunculan sehingga tanaman tidak kelihatan nglacir dan memanjang. Yang perlu diingat batang pingpong mudah patah, sehingga tanaman rimbun perlu dibuatkan para-para sebagai penyangga. Selain buah besar, ciri khas pingpong yaitu memiliki daun yang lebih kecil dari jenis lainnya dan bentuk daun menggulung ke belakang. Sayang buah yang besar pada pingpong diikuti oleh biji yang besar juga. Akan tetapi jenis ini layak dijadikan koleksi dan hiasan di rumah kita. Oh .. ya, baru-baru ini ada jenis pingpong dengan buah besar, daging tebal dan biji agak kecil.

UPK Gajah Terbaik 2008, terima Reward 100 juta


DEMAK-Pemkab Demak memberikan reward kepada tiga Unit Pengelola Kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (UPK PNPM) Mandiri Perdesaan berprestasi. Reward itu berupa modal kerja sebesar Rp 100 juta, masing-masing diberikan kepada UPK PNPM MD Kecamatan Gajah, Dempet dan Wonosalam.

Bantuan yang diserahkan Sekda Demak Purwono Sasmito, kemarin di Aula Kecamatan Gajah disaksikan Kepala Bapermas KB Bambang Susetiyarto, camat se-Kabupaten Demak, fasilitator kabupaten dan kecamatan, serta para tim UPK.

Menurut Kepala Bapermas KB, Bambang Susetiyarto, UPK PNPM Mandiri Perdesaan dianggap berprestasi jika kegiatan fisiknya tidak mengalami kemacetan di atas 5 persen. Kondisi yang demikian mampu diwujudkan Kecamatan Gajah, Wonosalam dan Dempet. “Tahun ini UPK Gajah paling berprestasi dengan tingkat kemacetan yang hanya sebesar 3,2 persen,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, dana PNMP Mandiri Perdesaan bisa digunakan untuk kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatan fisik yang dilakukan meliputi pembangunan sarana prasarana irigasi, pendidikan dan kesehatan. Sedangkan kegiatan non fisik berupa pemberian dana bergulir yang dilaksanakan dalam bentuk Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

“Pada 2009 ini, Pemkab Demak juga mengalokasikan bantuan modal sebesar Rp 50 juta bagi UPK Kecamatan Bonang dan Wedung. Karena tingkat kemacetan kegiatan non fisiknya di bawah 10 persen,” katanya.

Sekda Demak Purwono Sasmito mengatakan bahwa pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan secara baik berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat. Karenanya, pemkab memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Salah satunya dengan memberikan modal kerja yang diharapkan mampu memotivasi UPK lain. “UPK yang selama ini kurang maksimal dalam mengelola kegiatan non fisiknya, diharapkan tertantang untuk lebih maju,” ungkap Purwono.

Camat Gajah, Supriyatiningsih mengakui PNPM Mandiri Perdesaan mampu memberi hasil nyata bagi masyarakat di wilayahnya. Pembangunan sarana prasarana jalan di Gajah pun semakin marak. Sementara kegiatan non fisik berupa pengelolaan dana bergulir terbukti bermanfaat bagi masyarakat untuk membuka usaha.

Disaat yang sama UPK Kecamatan Gajah juga memberikan Dana Sosial bagi Anak Yatim/piatu dan Orang Tua Jompo tidak mampu di 18 desa kec. Gajah sebanyak Rp. 27.700.000,-. Penyerahan secara simbolis diberikan oleh Sekda Demak Purwono Sasmito.

TAMU DARI MALAYSIA...


Jum’at, 28/11 UPK Gajah kerawuhan Tamu Agung dari Malaysia. Rombongan dari Universitas Putra Malaysia (UPM) ini tiba di Kecamatan Gajah sekitar pukul 10.00 WIB didampingi Dosen UNDIP DR. Waridin, perwakilan Bapermas Prov. JATENG, Jajaran Korprov Serta Tim Koordinasi PNPM Kab.Demak.

Studi banding yang dilakukan UPM bertujuan melihat langsung proses pemberdayaan di masyarakat, penataan kelembagaan UPK, serta menjajaki sistem dan mekanisme pedampingan dana program pemerintah.

Rombongan pamit pada pukul 11.15 WIB untuk selanjutnya melakukan safari di Kecamatan Wonosalam. [al]

Kemajuan pelaksanaan program 93% di akhir Nopember



Hingga akhir bulan Nopember 2008, kemajuan pelaksanaan program PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Gajah mencapai 93%. Perhitungan ini sesuai tingkat perkembangan kemajuan biaya, fisik dan hok di 18 desa penerima alokasi.

Total dana yang telah disalurkan UPK kepada desa-desa penerima sebesar Rp 1,635,298,600 dari alokasi fisik keseluruhan Rp 1,921,726,000.

Direncanakan pada minggu kesatu bulan Desember 2008, keseluruhan dana telah terserap, sehingga pada pertengah bulan, desa-desa telah merampungkan pengerjaan fisik dan segera menyelenggarakan Musyawarah Desa Serah Terima. [al]

Pelatihan Tim Verifikasi Perguliran Kab. Demak

Selasa, 18/11/2008 Telah diselenggarakan Pelatihan Tim Verifikasi Perguliran PNPM MandiriPerdesaan tingkat kabupaten Demak di Auditorium RM "Sinar Pahala"-Demak, Jl. Demak-Kudus Km. 06.
Pelatihan yang diikuti oleh 32 (tiga puluh dua) orang peserta dari 11 kecamatan di wilayah Kab. Demak ini merupakan lanjutan dari berbagai Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat di Kab. Demak, Adapun alokasi pembiayaan bersumber dari sisa anggaran DOK Pelatihan tahun 2007/2008 dan dana operasional UPK (bagi upk yang tidak mendapatkan DOK) dengan total jumlah pengeluaran sebesar Rp. 9.250.000,-
Materi pelatihan menitikberatkan pada pemantapan sistem dan mekanisme verifikasi dan perguliran yang lebih efektif, diharapkan mampu memberikan kontribusi positif pada perkembangan pengelolaan UPK sebagai lembaga berbasis microfinance. al

PELATIHAN TIM VERIFIKASI PERGULIRAN KAB. DEMAK

Selasa, 18/11/2008 Telah diselenggarakan Pelatihan Tim Verifikasi Perguliran PNPM MandiriPerdesaan tingkat kabupaten Demak di Auditorium RM "Sinar Pahala"-Demak, Jl. Demak-Kudus Km. 06.
Pelatihan diikuti oleh 32 (tiga puluh dua) orang peserta dari 11 kecamatan di wilayah Kab. Demak, dengan menggunakan alokasi sisa anggaran DOK Pelatihan tahun 2007/2008 dan dana operasional UPK (bagi upk yang tidak mendapatkan DOK) dengan total jumlah pengeluaran sebesar Rp. 9.250.000,-
Materi pelatihan menitikberatkan pada pemantapan sistem dan mekanisme verifikasi dan perguliran yang lebih efektif, diharapkan mampu memberikan kontribusi positif pada perkembangan pengelolaan UPK sebagai lembaga berbasis microfinance. ali

SUGENG RAWUH...

Ini adalah layanan baru upk kecamatan gajah untuk menyajikan berbagai informasi seputar kegiatan unit pengelola kegiatan (upk) kec. gajah kab. demak dalam pendekatan maya.
Sajian ini masih jauh dari kesempurnaan, baik bentuk tampilan, desain, maupun pernak-pernik layaknya blog keren berkelas. Untuk itu, saran dan bimbingan senantiasa kami harapkan guna penyempurnaan blog...

Sekilas Tentang PNPM Mandiri


PNPM Merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong akselerasi penurunan kemiskinan dan pengangguran

PNPM Merupakan Integrasi dan Perluasan Program-program penanggulangan kemiskinan yang berbasis masyarakat yang sudah dan sedang berjalan. Integrasi dilakukan dengan menggabungkan program yang telah terbukti efektif, yaitu: PPK di wilayah perdesaan dan P2KP di wilayah perkotaan

Tujuan Umum Pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan

meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin di perdesaan dengan mendorong kemandirian dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan

Tujuan Khusus

1. Meningkatkan partisipasi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat miskin dan atau kelompok perempuan, dalam pengambilan keputusan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pelestarian pembangunan,

2. Melembagakan pengelolaan pembangunan partisipatif dengan mendayagunakan sumber daya lokal,

3. Mengembangkan kapasitas pemerintahan lokal dalam memfasilitasi pengelolaan pembangunan partisipatif,

4. Menyediakan prasarana sarana sosial dasar dan ekonomi yang diprioritaskan oleh masyarakat,

5. Melembagakan pengelolaan dana bergulir,

6. Mendorong terbentuk dan berkembangnya Badan Kerja Sama Antar Desa dalam pengelolaan pembangunan.

7. Mengembangkan kerja sama antar pemangku kepentingan dalam upaya penanggulangan kemiskinan perdesaan.